Senin, 11 Juli 2011

SEJENAK

Hempasan jantungku berdetak
sesaat kutatap kembali lekukan wajahmu
tak ada paras mimikku terkuak
didalam angan yg memujamu


dapatkah engkau terhenti sejenak
tuk hentikan detak jantung ini yang tak menentu
hingga ia tak lagi berbisik didalam hati yang semak
dan mulai tersenyum dibalik risau yang membelenggu


luangkanlah sejenak rindumu dalam denting waktu
luangkanlah sejenak hidupmu tuk hiasi malamku
luangkanlah sejenak hatimu tuk balut detak jantungku
luangkanlah sejenak tuk biarkan mengingat masa lalu


dan biarkan kau disisku
sebelum nafasku berhenti
biarkan ku tertidur disisimu
sebelum lelahku berakhir disini


dibalik tatapan matamu aku melihat sebuah gumpalan air mata
yang menginsyaratkan ada rindu yg terpatrih tanpa lelah dihatimu
biarkan isyarat tubuhmu yang merindukanku didalam duka
melepas semua yang telah lama terpaut didalam lukamu


maafkan jika selama ini aku pergi tanpa alasan
maafkan jika aku harus mengabaikanmu sesaat
maafkan jika aku berkata kau bukan yang kuinginkan


tapi biarlah ku sejenak menatapmu
samapai lelahku hilang
dan ku tertidur hingga kau tak temukan lagi nafas terakhirku








Regard's
Mayawie Tambunan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar