Kamis, 30 Juni 2011

IA SAHABATKU

ia duduk sendiri diperapian
mencari kehangatan kasih sayang yg hilang
ia berusaha menjadi orang yg tegar penuh perhatian
hingga ia lupa siapa dirinya yg sekarang

aku sering menyapanya dengan senyum
aku selalu memberikan ia semagat baru
aku selalu memgingatkan ia tentang suatu kehidupan kelam
yang selalu bersama sama kami lalui setiap waktu

tapi ia....
tak lagi menghiraukan semua itu
ketika jiwanya telah hilang direnggut sang kemuraman
ia tak lagi tau kapan ia tertawa lepas bersamaku
saat kami sedang becanda bersama di taman

kini ia bukan lagi seperti dirinya sendiri
ia sudah lupak akan semangat hidupnya
ia hanya bisa meratapi kehidupannya yg tiada arti
dan menanti ada keajaiban datang baginya

aku sedih melihatnya...
ia bagaikan ranting yg rapuh
bagaikan daun yg sudah menguning
bahkan ia bagaikan orang yang kehilangan jati dirinya

oh Tuhan....
kembalikan jiwanya yg dulu
jiwa yg penuh ceria
kembalikan senyumnya yang dulu
senyum yg penuh arti tiada tara

tatapanya...
senyumnya...
tawanya...
tak lagi aku temukan

semangatnya...
keuletannya...
keberaniannya..
semua telah sirnah...

Tuhan...
mampukah aku membangkitkan ia lagi???
membangkitkan jiwanya yg telah hilang
mampukah aku membuat ia tersenyum lagi???
meski senyum itu tak seindah dulu ketika ia merasa senang

Tuhan...
ia lemah..
ia rapuh...
ia jatuh...
ia tak bisa lagi melawan semuanya
ia tak sekuat dulu lagi
ia bukan sahabat yg aku kenal lagi
tapi aku ingin lihat ia bangkit kembali
meski aku tak ada disisinya.

aku akan lakukan apapun
yang bisa buat dia tuk bangkit kembali
aku akan lakukan apapun
yang bisa buat ia tersenyum kembali...

bahkan aku akan ingatkan ia
kapan terakhir kali ia tertawa lepas meski tak bersamaku.

Tuhan...
ia sahabatku yg kau kirim untukku
aku mau jaga ia untukku

Tuhan...
kembalikan senyumnya
kembalikan semangatnya
kembalikan jiwanya yang hilang
kembalikan semuanya itu untukku

agar tiada lagi kesedihan yg terpatrih di hatinya.



Regard's
Mayawie Tambunan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar